KABUPATEN SOLOK | Semangat menuntut ilmu agama masih tumbuh subur di tengah masyarakat Jorong Kayu Aro, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang digelar di Mushala Jorong Kayu Aro pada Minggu (26/7/2026) pukul 09.00 WIB.
Sejak pagi hari, para jamaah, khususnya kaum ibu, telah memadati mushala dengan wajah penuh semangat. Mayoritas peserta berusia antara 40 hingga 60 tahun, namun usia tidak menjadi penghalang untuk terus menimba ilmu agama dan mempererat tali silaturahmi.
Pemandangan yang paling menginspirasi terlihat ketika sejumlah ibu-ibu rela berjalan kaki sejauh sekitar tiga kilometer demi menghadiri majelis ilmu. Perjuangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kecintaan masyarakat terhadap ilmu agama jauh lebih besar dibandingkan rasa lelah yang harus mereka rasakan di perjalanan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti tausiah dengan penuh kekhusyukan. Mereka menyimak setiap materi yang disampaikan ustaz dengan serius, menciptakan suasana pengajian yang tertib, hangat, dan penuh keberkahan.
Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman keislaman, BKMT juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Nagari Paninjauan.
Ketua KKN 52 UIN Imam Bonjol Padang, Robi Hermawan, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi motivasi bagi mahasiswa KKN untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat.
"Alhamdulillah, kegiatan BKMT hari ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Antusiasme masyarakat, khususnya para ibu-ibu, sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi wadah mempererat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keislaman, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat," ujar Robi Hermawan.
Semangat yang ditunjukkan masyarakat Jorong Kayu Aro menjadi teladan bahwa majelis ilmu bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai keislaman dan persaudaraan.
TIM
Posting Komentar